Senin, 14 September 2015

CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP



PEMBAHASAN
CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP

A.      CIRI – CIRI UMUM PADA MANUSIA
1)       Bernafas
Bernafas adalah proses mengambil oksigen (O2) yang ada di udara dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk karbondioksida (CO2). Oksigen (O2) sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk proses metabolisme yang ada di dalam tubuh sehingga dapat menghasilkan energi yang diperlukan oleh tubuh. Manusia bernafas menggunakan paru – paru.
2)       Bergerak
Bergerak merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. Gerak pada manusia sudah jelas tampak terlihat. Misalnya berjalan, berlari, malompat dan sebagainya. Untuk melakukan gerak tersebut manusia dibantu oleh alat gerak, misalnya tangan dan kaki.
3)       Makan                                                                                                                                        
Seluruh  makhluk  hidup  membutuhkan  makanan.  Makanan  yang   dimakan harus  mengandung  zat-zat  makanan  yang  dibutuhkan  oleh  tubuh.  Contohnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Fungsi makan pada makhluk hidup:
a. Menghasilkan energi ( tenaga )
b. Pembangun tubuh ( pertumbuhan )
c. Mengganti sel - sel tubuh yang rusak
4)       Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh  adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali lagi). Sedangkan berkembang adalah proses perubahan menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan.
Contohnya, setiap anak pasti akan tumbuh dewasa bagitu juga pola pikirnya juga semakin dewasa.
5)       Berkembangbiak
Berkembangbiak  atau  reproduksi  adalah kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan yang dapat mempertahankan kelestariannya agar tidak punah.

6)       Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri.
7)       Tanggap Terhadap rangsang
manusia mempunyai kepekaan terhadap rangsang (iritabilitas). Manusia untuk iribalitas menggunakan panca indera. Contohnya, jika debu yang masuk di kelopak mata pasti dengan spontan kelopak mata akan menutup (berkedip).
8)       Ekskresi
Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses oksidasi makanan selain menghasilkan energi, tubuh organisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh. Apabila zat sisa tersebut tidak dikeluarkan akan membahayakan tubuh. Contohnya, ginjal mengeluarkan urine.

B.       CIRI – CIRI UMUM PADA HEWAN
1)       Bernafas
Layaknya manusia, hewanpun juga bernafas. Yaitu mengambil oksigen (O2) yang ada di udara dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk karbondioksida (CO2). Proses  pernapasan  hewan  berbeda-beda,  bergantung  pada  tempat  hidup dan  jenisnya.  Misalnya hewan vertebrata di darat bernafas dengan paru-paru, ikan bernafas dengan insang, cacing bernafas dengan kulit.
2)       Bergerak
Bergerak merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. Gerak pada hewan sudah jelas tampak terlihat. Misalnya, berlari, terbang dan lain sebagainya. Untuk melakukan gerakan tersebut, hewan dibantu oleh alat gerak seperti kaki, sayap, sirip dan lain sebagainya.
3)       Makan
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Hal ini bertujuan agar dapat mempertahankan hidup, menghasilkan energi, dan pertumbuhan. Setiap hewan mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memperoleh makanan tergantung pada habitatnya masing – masing. Begitu pula makanannya pun tergantung pada habitat masing – masing.
4)       Tumbuh
Tumbuh adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang bersifat irreversible (tidak dapat balik). Yang mulanya kecil menjadi besar, itulah pertumbuhan.
5)       Berkembangbiak
Berkembang  biak  atau  reproduksi  adalah kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. Perkembangbiakan ini berguna untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan pada hewan dibagi menjadi  dua  macam,  yaitu  secara  generatif  (kawin)  dan  secara  vegetatif  (tak kawin).  Pada  hewan  tingkat  tinggi  umumnya  berkembang  biak  secara  kawin, sedangkan  pada  hewan  tingkat  rendah  berkembang  biak  dengan  vegetatif  (tak kawin).
                             a)        Perkembangbiakan hewan secara generatif dibagi dalam tiga kategori yaitu: 
·         Ovipar (bertelur). Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu yang baru (anak) diluar tubuh induk, yaitu berkembang di dalam telur sebelum menetas menjadi individu yang baru. Contohnya seperti ayam (unggas).
·         Vivipar (beranak). Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim induk betina sampai siap untuk dilahirkan. Hewan vivivar adalah hewan yang masuk dalam golongan Mamalia atau hewan menyusui misalnya lumba-lumba, harimau, kucing, kambing, ikan paus, tikus dan lain sebagainya.
·         Ovovivipar (bertelur dan melahirkan). Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovovivivar adalah hewan yang proses pembuahannya terjadi dalam tubuh induk betina. Hasil dari pembuahan ini kemudian membentuk telur dan masih dalam rahim induk betina. Dan setelah janin tersebut sudah terbentuk secara sempurna, maka telur siap untuk dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina. Telur tersebut kemudian langsung menetas begitu keluar dari tubuh sang induk. Contoh hewan Ovovivivar adalah ikan Hiu, beberapa jenis kadal dan beberapa jenis ular.
                                       b)        Perkembangbiakan hewan secara vegetatif terjadi pada hewan-hewan tidak bertulang belakang. Ada beberapa cara perkembangbiakan vegetatif pada hewan misalnya dengan cara fragmentasi (fragmen=bagian) dan membentuk tunas. Seperti Hydra yang membentuk tunas baru.
6)        Adaptasi
Untuk  dapat  bertahan  hidup  di  lingkungannya,  hewan  harus menyesuaikan  diri  dengan  lingkungannya atau habitatnya. Apabila  hewan  tersebut tidak  bisa  menyesuaikan  diri  dengan  lingkungannya  maka  akan  mati  atau  bisa harus berpindah ke lingkungan yang baru. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
·         Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya. Contoh: burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa.
·         Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh : Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental.
·         Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya. Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.
7)       Tanggap Terhadap rangsang
Salah  satu  ciri  makhluk  hidup  adalah  respons  terhadap  rangsangan. Kemampuan  makhluk  hidup  memberi  tanggapan  terhadap  rangsangan  disebut iritabilitas. Misal, ketika fajar menyingsing ayam akan berkokok.
8)       Ekskresi
Zat sisa dari proses produksi harus dikeluarkan, jika tidak akan menimbulkan racun di dalam tubuh. Zat sisa yang dikeluarkan bisa berupa cairan, gas ataupun zat padat. Contoh : ikan mengeluarkan karbondioksida melalui insang.

C.      CIRI – CIRI UMUM TUMBUHAN
Dalam biologi, tumbuhan merujuk pada organisme yang termasuk ke dalam Regnum Plantae. Berikut ciri – ciri tumbuhan secara umum:
1)       Bernafas
Pernafasan pada tumbuhan hijau pada hakikatnya adalah kebalikan dari proses fotosintesis. Proses fotosintesis membentuk zat makanan dan melepaskan oksigen, sedang respirasi pada tumbuhan pada dasarnya memerlukan oksigen, meski dalam keadaan tertentu, keberadaan okisigen tak lagi dibutuhkan (terutama pada tumbuhan yang tak berklorofil). Tujuan respirasi tumbuhan sama halnya dengan tujuan makhluk hidup lainnya. Respirasi dilakukan untuk mendapatkan energi. Tumbuhan yang bernapas dengan sistem anaerob, akan mendapatkan energi. Caranya dengan mengurai sejumlah bahan tertentu di tempat mereka hidup. Sedangkan pada pernapasan aerob, akan dihasilkan karbon dioksida juga uap air yang kemudian akan dikeluarkan melalui tubuh tumbuhan dengan sistem difusi. Semua gas yang keluar dan masuk tersebut melewati stomata yang terletak pada permukaan daun tumbuhan juga inti sel yang ada pada batang tumbuhan. Pada kondisi tertentu, akar tanaman juga merupakan tempat keluar masuknya gas. Terutama bagi tanaman yang tumbuh di rawa. sedangkan pada proses pernafasan memerlukan oksigen untuk oksidasi atau untuk pembakaran zat makanan sehingga diperoleh energi.
Tumbuhan akan melepas CO2 di malam hari dan menghisap O2. Oleh karena itu saat malam tanaman diwajibkan di luar ruangan / kamar, krn CO2 akan terhisap oleh manusia dan bisa membawa kematian.
Pernafasan pada tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
·          Pernafasan pada tumbuhan tingkat tinggi adalah pernafasan aerob, yaitu pernafasan yang memerlukan oksigen (O2) dari lingkungan luar. Pada tumbuhan tingkat tinggi, alat pernafasan terdapat pada akar, batang, dan daun, pertukaran gas terjadi melalui setomata atau mulut daun dan lentisel. Stomata merupakan celah-celah yang sangat kecil pada permukaan daun. Membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh kadar air dari sel-sel yang terdekat dengan stomata disebut sel penjaga. Sedangkan lentisel adalah celah-celah pada jaringan gabus, yang terdapat pada pada kulit batang tumbuhan yang sudah tua. Fungsinya sebagai alat pertukaran gas. Pada batang yang masih muda, susunannya masih renggang sehingga digunakan untuk menyimpan udara. Pada batang yang sudah tua, hanya terjadi melalui lentisel pada batang. Pada akar, bagian yang berfungsi sebagai alat pernafasan adalah bagian ujung akar yang masih terdapat bulu-bulu akar. Melalui akar-akar ini, oksigen akan masuk ke bagian yang lebih dalam dengan adanya proses pernafasan melalui akar. Beberapa jenis tumbuhan memiliki alat bantu pernafasan. Seperti tumbuhan bakau yang hidup di daerah rawa memiliki akar yang mencuat kepermukaan. Akar ini berfungsi untuk mengambil oksigen dan mencengkaram tanah yang berlumpur agar batang tetap kokoh. Selain itu anggerek memiliki akar nafas yang berfungsi mengambil oksigen dari udara.
 


Stomata dan lentisel
·          Pernapasan pada tumbuhan tingkat rendah bisa terjadi dengan dua cara yakni aerob dan juga anaerob. Respirasi anaerob yang biasanya disebut juga dengan fermentasi yakni suatu proses pengubahan suatu senyawa utama menjadi senyawa lanjutan dengan menggunakan bantuan enzim. Proses ini bisa kita jumpai pada pembentukan alhokol yang awalnya merupakan glukosa. Respirasi pada tumbuhan tak sempurna ini juga bisa dijumpai pada pembentukan tempe.
2)       Gerak
Gerak pada tumbuhan sangat terbatas, sehingga dinamakan gerak pasif. Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu :
                     a)             Gerak Endonom/Autonom
Gerak endonom adalah gerakan pada tumbuhan yang diakibatkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
Gerak endonom ada 2 yaitu :
·            Endonom nutasi yang merupakan gerakan spontan (gerak aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata).

Hydrilla verticillata

·            Endonom higroskopis yaitu akibat kadar air yang rendah. Contoh : pecah kacang polong-polongan saat kering). Gerak higroskopis juga terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan lumut (Bryophyta).


Kotak spora tumbuhan paku
                    b)             Gerak Etionom / Gerak Esionom
Gerak etinom adalah gerakan pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari luar tumbuhan tersebut. Gerak etionom dibagi menjadi beberapa jenis yaitu tropisme, taksis, dan nasti. 
1.       Tropisme
Tropisme adalah gerakan tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkamn jenis ransangan yang diterima, tropisme dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
·            Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju kearah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Apabila gerakan tumbuhan ini menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Contoh gerak fototropisme positif adalah tanaman biji-bijian yang sedang tumbuh tunas.
Gerak bunga matahari menuju matahari termasuk gerak fototropisme posotif. 
·            Geotropisme
Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan tersebut ke atas, maka termasuk geotropisme negatif. Akan tetapi, apabila arah pertumbuhan menuju kebawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju kebawah atau kedalam tanah.
·            Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan menuju kearah yang basah atau berair. Arah pertumbuhan menuju tempat yang berair disebut gerak hidrotropisme positif. Apabila arah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerakan hidrotropisme negatif. Contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar didalam tanah yang selalu menuju ketempat yang mengandung air.
·            Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah gerak tumbuhan dari bagian tumbuhan akibat persinggungan. Contohnya seperti sulur markisa dan batang mentimun yang membelit tanaman lain. 

2.       Taksis
Tumbuhan umumnya hanya mampu melalukan gerak pada sebagian anggota tubuhnya, misalnya akar yang mendekati air atau pucuk yang mendekati cahaya. Namun, pada tumbuhan tingkat rendah mampu melakukan gerak berpindah tempat. Seluruh tubuhnya berpindah. Misalnya, tumbuhan euglena dan bakteri besi. Gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh datangnya rangsang disebut gerak taksis.
Berdasarkan rangsang penyebabnya, taksis dibedakan menjadi fototaksis dan kemotaktis.
a).       Fototaksis
merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang cahaya. Misalnya gerakan euglena yang selalu mendekati cahaya.
b).      Kemotaksis
 Kemotaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsang berupa zat kimia. Contohnya Spermatozoid pada Arkegonium lumut-lumutan dan paku-pakuan yang bergerak karena tertarik oleh zat gula atau protein.
3.       Nasti
Gerak nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Sama halnya dengan gerak tropisme, gerak nasti juga dipengaruhi oleh rangsang dari luar seperti cahaya, suhu, sentuhan/singgungan, bahan kimia, serta kondisi gelap.
Macam – macam gerak nasti:
·            Fotonasti
Fotonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh rangsang berupa cahaya. Contoh fotonasti adalah gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.

bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)

·            Thermonasti
Thermonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi rangsang berupa suhu. Contohnya mekarnya bunga tulip pada suhu tertentu.
·            Niktinasti
Niktinasti adalah gerak nasti karena kondisi gelap. Contohnya gerak menutupnya daun majemuk (lamtoro, turi) karena cahaya gelap.
·            Seismonasti
Seismonasti adalah gerak nasti karena pengaruh rangsang berupa sentuhan. Contoh: Tanaman Venus Flytrap, si tumbuhan penjerat serangga sebagai sumber nutrisi tumbuhan ini akan bergerak menutup jika ada serangga macam belalang, semut, laba-laba yang masuk atau hinggap menyentuh rambut - rambut sensor halus di permukaan daun si venus ini dia akan mengaktifkan reflek daun dan menutup katup daunnya.

Venus flytrap (Dioneae muscipula)
·            Kemonasti
Kemonasti adalah gerak nasti karena pengaruh rangsang berupa zat kimia. Contohnya adalah membukanya mulut daun (stomata) pada siang hari karena adanya karbondioksida.
·            Nasti kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti yang dipengaruhi lebih dari satu macam rangsang. Contohnya gerak membuka dan menutupnya mulut daun (stomata) karena cahaya matahari, zat kimia, air dan suhu.
3)       Makan
Tumbuhan mempunyai klorofil. Dengan adanya klorofil inilah tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri (autotrof). Proses membuat makanan ini disebut proses fotosintesis.
Foto artinya cahaya, sintesis artinya pembentukan. Jadi, fotosintesis adalah proses pembentukan makanan pada tumbuhan yang memiliki klorofil dengan bantuan cahaya matahari. Selain dibantu dengan cahaya matahari dan klorofil, tumbuhan juga memerlukan zat hara/mineral, karbondioksida dan air.
Air diperoleh tumbuhan dari dalam tanah yang diserap oleh tumbuhan melalui akar. Setelah itu, air disalurkan ke daun melalui pembuluh angkut (xilem). Gas karbondioksida diperoleh dari udara yang masuk ke mulut daun (stomata). Sedangkan cahaya/sinar matahari diserap oleh zat hijau daun (klorofil). Klorofil berfungsi menyerap cahaya matahari untuk memasak makanan. Klorofil terdapat pada kloroplas di dalam sel-sel daun. Tumbuhan membuat makanannya di dalam kloroplas. Energi dari sinar matahari digunakan untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan oskigen. Proses fotosintesis hanya berlangsung pada siang hari karena proses ini memerlukan cahaya matahari.
Hasil fotosintesis adalah:
                     a)             Oksigen merupakan hasil fotosintesis yang dikeluarkan oleh tumbuhan melalui mulut daun (stomata) dan digunakan oleh manusia dan hewan pada proses pernapasan. Oleh karena itu, apabila pada siang hari duduk di bawah pohon yang daunnya hijau dan ridandang, akan merasakan sejuk karena banyak menghirup oksigen hasil fotosintesis.
                    b)             Glukosa (karbohidrat) yang merupakan zat makanan yang akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh tapis. Pada tumbuhan, glukosa ini digunakan untuk tumbuh, berkembang biak, dan sebagian disimpan sebagai timbunan makanan. Cadangan atau timbunan makanan ini dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan manusia sebagai sumber makanan.
Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan glukosa:
 
Proses atau Reaksi fotosintesis ada dua
1.       Reaksi terang
Berlangsung di dalam membran tilakoid di grana. Grana adalah struktur bentukan membran tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yaitu salah satu ruangan dalam kloroplas. Di dalam grana terdapat klorofil, yaitu pigmen yang berperan dalam fotosintesis. Reaksi terang di sebut juga fotolisis karena proses penyerapan energi cahaya dan penguraian molekul air menjadi oksigen dan hidrogen.

2.       Reaksi gelap
Berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 yang diperoleh dari udara dan energi yang diperoleh dari reaksi terang.
Tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat berlangsung jika belum terjadi siklus terang karena energi yang dipakai berasal dari reaksi terang.
Ada dua macam siklus, yaitu siklus Calin-Benson dan siklus hatch-Slack. Pada siklus Calin-Benson, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon tiga, yaitu senyawa 3-fosfogliserat. Siklus ini dibantu oleh enzim rubisco. Pada siklus hatch-Slack, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon empat. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxylase.
produk akhir siklus gelap diperoleh glukosa yang dipakai tumbuhan untuk aktivitasnya atau disimpan sebagai cadangan energi.
Tumbuhan menyimpan makanan di tempat yang berbeda. Berdasarkan tempat menyimpan cadangan makanannya, tumbuhan dikelompokkan menjadi empat yaitu:
                     a)             Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di dalam umbi. Misalnya, kentang, singkong, dan ubi jalar.
                    b)             Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di dalam buah. Misalnya, apel, pepaya, mangga, jeruk, dan pisang.
                     c)             Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di dalam biji. Misalnya, kacang tanah, kacang hijau, dan jenis kacang-kacangan lainnya.
                    d)             Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di dalam batang. Misalnya, tebu dan sagu.
Daun, batang, buah, biji, dan umbi merupakan bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai sumber makanan bagi manusia dan hewan. Proses pembuatan makanan disebut asimilasi karbon. Disebut demikian, karena pada peristiwa tersebut tumbuhan menggunakan zat karbon yang berasal dari karbon dioksida. Tumbuhan mengambilnya dari udara. Karbon dioksida dihasilkan manusia dan hewan. Tumbuhan juga menghasilkan CO2 pada saat pernapasan.
Bagian tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan, baik yang langsung dimakan ataupun dimasak terlebih dahulu adalah akar, batang, daun, buah, bunga, dan biji.
1) Akar
    Tumbuhan yang akarnya dimanfaatkan sebagai,
    a. Bahan makanan, antara lain singkong, wortel, bengkoang, dan lobak.
    b. Bahan obat-obatan, antara lain akar ginseng, akar alang-alang
2) Batang
    Tumbuhan yang batangnya dimanfaatkan sebagai,
    a. Bahan makanan, antara lain tebu, sagu, dan enau.
    b. Bumbu masak atau obat antara lain jahe, kunyit, lengkuas.
    c. Bahan bangunan antara lain pohon jati, kelapa, meranti, mahoni.
3) Daun
    Tumbuhan yang daunnya dimanfaatkan untuk;
    a. Bahan makanan, antara lain bayam, kangkung, sawi
    b. Obat-obatan antara lain, daun pepaya, daun seledri
    c. Bahan penyedap masakan, antara lain daun kemangi, panda
4) Buah
    Tumbuhan yang buahnya dapat dimanfaatkan sebagai;
    a. Bahan makanan adalah jeruk, apel, pepaya, dan jenis buah-buahan lainnya.
    b. Obat-obatan, antara lain jeruk nipis, buah pare.
5) Bunga
    Tumbuhan yang bunganya dapat dimanfaatkan sebagai
    a. Bahan makanan adalah kol, kubis, dan bawang
    b. Keindahan, antara lain anggrek, sedap malam
    c. Wangi-wangian, antara lain bunga melati, bunga mawar
    d. Obat-obatan, antara lain cengkeh
6) Biji
    Tumbuhan yang bijinya dapat dimanfaatkan sebagai
    a. Bahan makanan adalah beras, gandum, jagung, dan kacang-kacangan
    b. Bumbu masak, antara lain pada dan lada
4)       Berkembangbiak
Perkembangbiakan pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
                     a)             Perkembangbiakan Vegetatif
Perkembangbiakan vegetatif atau disebut aseksual, pada tumbuhan dapat terjadi secara alami maupun buatan yaitu dilakukan oleh manusia.
1.       Perkembangbiakan Vegetatif Alami
Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan tumbuhan secara tak kawin tanpa campur tangan manusia. Contohnya adalah sebagai berikut.
·            Spora vegetatif, merupakan sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan. Terdapat pada tumbuhan paku, lumut, dan jamur. Spora terbentuk di dalam kotak spora (sporangium). Apabila kotak spora pecah dan spora jatuh di tempat yang sesuai, maka akan tumbuh menjadi individu baru.
·            Umbi batang, adalah batang yang berada di dalam tanah yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Perbedaan umbi batang dengan umbi akar adalah umbi batang mempunyai mata tunas, sedangkan umbi akar tidak. Contoh umbi batang adalah kentang, dahlia, dan gadung.
·            Umbi lapis, merupakan modifikasi dari batang dan daun, yaitu pelepah daun yang bertumpuk dan berlapis-lapis, mengalami penebalan, lunak, dan berdaging. Contohnya adalah umbi lapis bawang merah
·            Rhizoma atau akar tinggal, merupakan batang yang tumbuh mendatar di bawah permukaan tanah. Rhizoma menyerupai akar tetapi berbuku-buku seperti batang. Pada ujungnya terdapat kuncup, pada setiap buku terdapat daun yang berubah bentuk menjadi sisik, dan pada setiap ketiak sisik terdapat mata tunas. Contohnya pada lengkuas, kunyit, bunga tasbih, dan jahe.
·            Geragih atau stolon, merupakan batang yang menjalar di atas tanah. Biasanya jarak antar bukunya berjauhan. Contohnya tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih adalah pegagan, rumput teki, dan arbei. 
·            Tunas, umumnya tumbuh dari ruas-ruas batang dan dapat menjadi tanaman baru. Perkembangbiakan dengan tunas dijumpai pada beberapa jenis tumbuhan seperti pisang, bambu, dan tebu. Tunas yang tumbuh dari organ selain batang disebut tunas adventif,
contohnya adalah tunas akar pada sukun dan cemara dan tunas daun pada cocor bebek
2.       Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan dilakukan dengan bantuan manusia. Biasanya dilakukan untuk mempercepat waktu panen dan memperoleh keturunan yang sifatnya sama persis dengan induknya. Contoh perkembangbiakan secara vegetatif buatan adalah sebagai berikut.
a).       Stek, dilakukan dengan memotong bagian tubuh tumbuhan dan kemudian menanamnya. Dari potongan tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi individu baru. Berdasarkan asal organ tubuhnya, stek dibedakan menjadi stek batang dan stek daun. Cara membuat stek batang yaitu dengan memotong bagian-bagian batang menjadi potongan-potongan pendek. Stek batang banyak dilakukan untuk memperbanyak tebu dan singkong. Stek daun berasal dari daun yang dipotong potong lalu ditanam. Contoh tanaman hias yang dapat diperbanyak dengan stek daun adalah Begonia sp.
b).      Menempel (okulasi), yaitu menggabungkan dua tanaman sejenis yang berbeda sifatnya sehingga dihasilkan tanaman baru. Tujuannya untuk mendapatkan tanaman dengan produksi tinggi.
c).       Menyambung, yaitu menggabungkan batang dengan ranting dari tanaman sejenis untuk mendapatkan tanaman baru. Sebagai batang bawah dipilih tanaman yang sistem perakaran dan pertumbuhannya bagus. Sedangkan batang atas diambil dari batang/cabang tanaman yang sudah diketahui kualitas buah atau bunga yangdihasilkannya. Perhatikan cara menyambung berikut ini
d).      Mencangkok, dilakukan dengan cara menyayat dan membuang kulit kayu batang/cabang dan menutupnya dengan tanah. Sayatan yang dilakukan harus sampai menghilangkan bagian kambium. Setelah beberapa waktu, dari bagian kambium di atas sayatan muncul akar. Tanaman yang biasa dicangkok misalnya jambu biji, mangga, dan jeruk.
e).       Merunduk, dilakukan dengan cara membengkokkan atau melengkungkan sebagian cabang tanaman hingga menyentuh tanah. Pada bagian yang menyen-tuh tanah itu akan tumbuh akar. Untuk merangsang keluarnya akar, kamu dapat menimbun cabang itu dengan tanah. Merunduk sering dilakukan untuk memperbanyak apel, alamanda, dan bunga kertas.
                    b)             Perkembangbiakan Generatif
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan (polinasi) yang diikuti dengan pembuahan (fertilisasi). Perkembangbiakan ini melibatkan penyatuan gamet jantan dan betina. Gamet pada tumbuhan dihasilkan pada organ bunga. Jadi bunga merupakan alat perkem-bangbiakkan generatif pada tumbuhan berbiji.
Berdasarkan keberadaan alat kelamin, bunga dapat dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, yaitu putik saja atau benang sari saja. Bunga yang memiliki benang sari saja disebut bunga jantan dan bunga yang hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Sedangkan bunga mandul atau tidak berkelamin adalah bunga yang tidak memiliki benang sari maupun putik.
Peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik disebut penyerbukan atau persarian. Serbuk sari dapat berasal dari satu bunga dan dapat pula berasal dari bunga yang lain, bahkan berasal dari tumbuhan berbeda. Berdasarkan asal serbuk sari dan putik maka penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam. 
·            Penyerbukan sendiri (autogami), yaitu penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga. Bunga yang melakukan autogami memiliki struktur yang khas sifatnya, yaitu sekalipun bunga sudah mekar, putiknya tetap terlindungi oleh bagian-bagian bunga lainnya sampai terjadinya penyerbukan sendiri.
·            Penyerbukan tetangga (geitonogami), yaitu penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari bunga lain tapi masih dalam satu pohon. Hal ini dapat terjadi karena bunga tidak memiliki struktur yang khas dan masa kematangan bunga jantan dan betina yang tidak bersamaan.
·            Penyerbukan silang (alogami), yaitu penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain yang sejenis. Apabila serbuk sari berasal dari bunga lain yang tumbuhannya tidak sejenis dinamakan penyerbukan bastar. Pada penyerbukan silang proses penyerbukan dapat dibantu oleh angin, air, ataupun hewan seperti serangga dan bisa juga dengan bantuan manusia.
5)       Tumbuh dan berkembang
Pada tanaman, pertumbuhan dimulai dari proses perkecambahan biji. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin tinggi karena masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. Apabila proses imbibisi sudah optimal, dimulailah perkecambahan. Struktur yang pertama muncul, yang menyobek selaput biji adalah radikula yang merupakan calon akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil. Pada bagian ujung sebelah atas terdapat epikotil (calon batang). Berdasar letak kotiledonnya, ada dua jenis perkecambahan yaitu tipe epigeal, dan tipe hipogeal.
Biji yang sudah berkecambah akan segera diikuti oleh pertumbuhan primer karena pada pucuk dan ujung akar terdapat jaringan yang bersifat meristematik (selalu membelah). Pemanjangan ujung akar dan ujung batang tersebut disebut pertumbuhan primer. Pada tumbuhan dikotil terdapat jaringan kambium yang merupakan meristem sekunder akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder (membesar). Kambium akan membelah ke arah luar membentuk kulit kayu (floem), dan membelah ke arah dalam membentuk kayu (xilem). Pada monokotil tidak terdapat kambium sehingga hanya mengalami pertumbuhan primer saja. Pertumbuhan primer dan sekunder berlangsung terus menerus selama tumbuhan tersebut hidup.
Pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
                     a)             Faktor luar
Faktor luar adalah materi atau hal-hal yang terdapat diluar tanaman yang berdampak pada tanaman itu, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Termasuk ke dalam faktor luar adalah cahaya, temperatur, air, garam-garam mineral, iklim, gravitasi bumi, dan lain-lain.
                    b)             Faktor dalam
Selain faktor genetik, yang termasuk faktor-faktor dalam adalah hormon-hormon yang terlibat dalam pertumbuhan tanaman. Hormon merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan.
Berikut ini adalah macam-macam hormon pada tumbuhan beserta fungsinya:
1.       Auksin: berfungsi merangsang pertumbuhan akar, batang, bunga, buah, perkecambahan, dan membengkokkan batang.
2.       Sitokinin: berfungsi merangsang pembelahan sel, pertumbuhan akar, tunas, bunga, buah, dan menghambat penuaan.
3.       Giberelin: berfungsi merangsang pertumbuhan daun, bungan, buah, pemanjangan batang, serta perkecambahan biji dan tunas.
4.       Asam abisat: berfungsi menghambat pertumbuhan sel, menunda pertumbuhan dan membantu dormansi.
5.       Gas etilen: berfungsi mempercepat pematangan buah, penebalan batang. Kombinasi gas etilen dengan auksin atau geberelin dapat memacu pembungaan.
6.       Asam traumatin: berfungsi merangsang regenerasi sel di bagian tumbuhan yang luka.
7.       Kalin: berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan, misalnya akar (rizokalin), batang (kaulokaln), daun (filokalin), dan bungan (antokalin/florigen).




6)       Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar.
Berdasarkan kemampuan beradaptasinya tumbuhan dibedakan menjadi :
                     a)             Hidrofit
Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air. Adaptasi morfologi yang dilakukan antara lain memiliki rongga udara di antara sel-sel tubuhnya sehingga dapat mengapung. Daunnya lebar dan stomata terletak di permukaan atas. Contoh tumbuhan hidrofit adalah kangkung, eceng gondok, teratai, dan lotus.
                    b)             Halofit yaitu kemampuan suatu tumbuhan untuk hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi. Tumbuhan ini tumbuh dan hidup dengan bai di pantai maupun laut. Contohnya seperti mangrove dan salicornia.
                     c)             Mesofit yaitu golongan tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk hidup di lingkungan yang cukup air. Misal kopi dan coklat.
                    d)             Xerofit yaitu tumbuhan xerofit memiliki struktur fisik yang sesuai untuk bertahan hidup pada suhu yang ekstrim panas dan kekurangan air. Contohnya adalah kaktus, sukulen, dan kurma. Kaktus dapat bertahan hidup dalam kondisi kering. Bentuk adaptasinya yaitu daun tidak berbentuk lembaran, tetapi mengalami modifikasi menjadi duri atau sisik. Kaktus mampu menyimpan air pada batangnya. Seluruh permukaannya dilapisi oleh lilin untuk mengurangi penguapan. Sistem perakarannya panjang untuk mencapai tempat yang jauh yang mengandung air.
                     e)             Higrofit yaitu kemampuan suatu tumbuhan yang hidup di daerah yang lembab dan basah. Adaptasinya yaitu mempunyai daun yang tipis dan lebar. Misal, lumut dan paku-pakuan.
                     f)             Tropofit yaitu golongan tumbuhan yang hidup di lingkungan yang mengalami pergantian antara basah dan kering dengan cara menggugurkan daun pada musim kemarau. Misal jati, randu, kapuk, dan cemara.
7)       Tanggap terhadap rangsang
Kemampuan menanggapi rangsangan pada makhluk hidup disebut iritabilitas. Tumbuhan tidak mempunyai indera untuk menerima rangsangan. Meskipun tidak memiliki indera, tumbuhan peka terhadap rangsangan berupa cahaya, air, gaya tarik bumi, dan sentuhan. Kepekaan terhadap rangsang menunjukkan bahwa di dalam tubuh makhluk terjadi proses pengaturan. Seperti, gerakan bunga matahari yang selalu menghadap ke arah datangnya sinar matahari.




DAFTAR PUSTAKA

http://sakinoadji.blogspot.com/2012/03/document.html  diambil pada tanggal 1 oktober 2014 pukul 13: 10
http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2013/12/ciri-ciri-pada-makhluk-hidup.html diambil pada tanggal 1 oktober 2014 pada pukul 13:19
http://www.artikelbiologi.com/2012/02/ciri-ciri-makhluk-hidup.html  diambil pada tanggal 1 oktober 2014 pukul 13:20
diambil pada tanggal 1 oktober 2014 pukul 15:28
diambil pada tanggal 1 oktober 20104 pukul 19:30
http://lailuel.blogspot.com/2012/11/cara-tumbuhan-hijau-membuat-makanan.html   diambil pada tanggal 1 oktober 2014 pukul 19:31
diambil pada tanggal 2 oktober 2014 pukul 17:00
diambil pada tanggal 2 oktober 2014 pukkul 21:00
http://nizardahnia.blogspot.com/2013/06/adaptasi-pada-tumbuhan.html  diambil pada tanggal 4 oktober 2014 pukul 10:00




Semoga bermanfaat.. Keep Hamaasah..!! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar